KOMEN YAA ?
ADI WINURPUTRO
Sesekali membongkar aibku sendiri. Dan Berbagi. Sharing .
Minggu, 05 Februari 2012
Posting Blog Ngopy ?? Apa Salahnya ??
Pastinya kalian udah punya blog ?? Kalo nggak punya berarti nggak GAUL haha. Jika bicara tentang Posting Blog, yang dipertanyakan pembaca adalah cuman satu. NULIS SENDIRI ATAU CTRL + C - CTRL + V ??. Sebenarnya yang aku tanyakan ini Apasih salahnya ngopy postingan blog orang lain ?? Menurutku, ngopy itu nggak ada salahnya kok, kalo itu bermanfaat bagi kita dan bagi pembaca. CUMA, kita harus menuliskan alamat blog yang kita copy aja. Kalo itu sih menurutku. MENURUT KALIANN ??
Rabu, 04 Januari 2012
About Chelsea
Nama lengkap : Chelsea Football Club
Julukan : The Pensioners, The Blues
Didirikan : 10 Maret 1905
Stadion : Stamford Bridge, London (Kapasitas: 41.841[1]) Pemilik : Roman Abramovich
Ketua : Bruce Buck
Manajer : André Villas Boas Liga :Liga Utama Inggris
2010—2011 :Liga Utama Inggris, ke-2
Situs Resmi : chelseafc.com
Chelsea F.C. (Chelsea Football Club), juga dikenal sebagai The Blues atau sebelumnya sebagai The Pensioners (London F.C.), adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermain di Liga Utama Inggris dan bermarkas di kota London. Klub ini didirikan oleh H.A. Mears pada tahun 1905, dan memiliki stadion sendiri, Stamford Bridge yang dapat menampung sekitar 41.841 penonton, bertempat di Fulham, London.
Chelsea sudah menghabiskan banyak sejarah dalam dunia sepak bola Inggris, dan mengalami kesuksesan sebanyak dua periode, sepanjang tahun 1960-an dan awal 1970-an, kemudian pada akhir 1990-an hingga saat ini. Chelsea telah memenangi empat gelar Liga Utama Inggris (1954-55, 2004-05, 2005-06, 2009-2010), enam Piala FA (1970, 1997, 2000, 2007, 2009, 2010), empat Piala Liga (1965, 1998, 2005, 2007), dan dua Piala Winners (1971, 1998).
Manajer pertama adalah John Roberson (1905-1906). Chelsea menjuarai Liga Utama Inggris (Premiership) pada tahun 1955 pada masa jabatan Ted Drake sebagai manajer.
Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik milyarder minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.
Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya di tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.
Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.
Pada akhir Januari 2009, Chelsea menggantikan Avram Grant dengan pelatih Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan bagi Roman Abramovich. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Timnas Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008-2009. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.
Diawal kompetisi 2009-2010, Chelsea mengumumkan manajer baru yaitu Carlo Ancelotti, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga.
Pada akhir musim 2009 - 2010, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar tersebut. (Double winner).
Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot (Pencetak Gol Terbanyak) dengan torehan 29 gol. Dalam pertandingan terakhir musim 2009 - 2010 tanggal 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8 - 0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal).
Carlo Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010 - 2011.
Saat ini jabatan manajer diisi oleh mantan pelatih FC Porto, André Villas-Boas.

Jadwal Pertandingan Chelsea Musim 2011/2012
Jadwal Pertandingan
13 Agu 2011 Stoke City vs Chelsea
20 Agu 2011 Chelsea vs West Brom
27 Agu 2011 Chelsea vs Norwich
10 Sep 2011 Sunderland vs Chelsea
17 Sep 2011 Manchester United vs Chelsea(BIG MATCH)
24 Sep 2011 Chelsea vs Swansea
01 Okt 2011 Bolton vs Chelsea
15 Okt 2011 Chelsea vs Everton
22 Okt 2011 QPR vs Chelsea
29 Okt 2011 Chelsea vs Arsenal (BIG MATCH)
05 Nov 2011 Blackburn vs Chelsea
19 Nov 2011 Chelsea vs Liverpool (BIG MATCH)
26 Nov 2011 Chelsea vs Wolverhampton
03 Des 2011 Newcastle vs Chelsea (BIG MATCH)
10 Des 2011 Chelsea vs Manchester City (BIG MATCH)
17 Des 2011 Wigan vs Chelsea
20 Des 2011 Tottenham vs Chelsea (BIG MATCH)
26 Des 2011 Chelsea vs Fulham
31 Des 2011 Chelsea vs Aston Villa
02 Jan 2012 Wolverhampton vs Chelsea
14 Jan 2012 Chelsea vs Sunderland
21 Jan 2012 Norwich vs Chelsea
31 Jan 2012 Swansea vs Chelsea
04 Feb 2012 Chelsea vs Manchester United (BIG MATCH)
11 Feb 2012 Everton vs Chelsea
25 Feb 2012 Chelsea vs Bolton
03 Mar 2012 West Brom vs Chelsea
10 Mar 2012 Chelsea vs Stoke
17 Mar 2012 Manchester City vs Chelsea (BIG MATCH)
24 Mar 2012 Chelsea vs Tottenham (BIG MATCH)
31 Mar 2012 Aston Villa vs Chelsea
07 Apr 2012 Chelsea vs Wigan
09 Apr 2012 Fulham vs Chelsea
14 Apr 2012 Chelsea vs Newcastle
21 Apr 2012 Arsenal vs Chelsea (BIG MATCH)
28 Apr 2012 Chelsea vs QPR
05 Mei 2012 Liverpool vs Chelsea (BIG MATCH)
13 Mei 2012 Chelsea vs Blackburn
wrt : ADIWINURPUTRO
Minggu, 01 Januari 2012
JIWA JUARA KAMI !
Jika mengingat Class Meet waktu sehabis UAS, aku malah menjadi senang sekali. Kita anak anak kelas 8D menjadi juara 1 kategory kelas 8 setelah mengalahkan 8E, sahabat kelas kita sendiri. Sebelumnya, kami mengalahkan 8C pada partai semi-final dengan adu penalti, Alhamdulillah kita mempunyai kiper yang seperti perempuan tapi berjiwa laki laki, GIRI. Dan kami memenangkan adu penalti tersebut. Setelah menang melawan 8C, kita langsung menghadap 8E pada partai final, tetangga kami. Kami tau mereka hebat hebat, tetapi akibat kekompakan dan sportifitas kami, kami menang dengan adu penalti lagi. Kami gembira karena menurut kami 8E itu sulit untuk dikalahkan. Walaupun kami menang, tetapi JIWA JUARA KAMI masih kita miliki. Di Luar lapangan kita tetap berteman seperti biasanya, bercanda ria bersama. Saya dan teman teman sempat meminta maaf kepada tim tim yang kami kalahkan sewaktu pertandingan. DAN, mengingat sebentar lagi akan masuk sekolah, kegembiraan saya sengaja saya kubur supaya saya lebih serius untuk menghadapi semester 2. Agar nilai nilai jelekku tertutup oleh nilai nilai baikku kelak. AMIN. "JANGAN PERNAH MENYOMBONGKAN KELEBIHAN KITA AGAR KELEBIHAN ITU TIDAK PUPUS ATAU HILANG DAN KEKURANGAN KITA AKAN MENJADI KELEBIHAN KITA"
Minggu, 13 November 2011
Jangan Pernah Berhenti Bermimpi
Ini artikel ke-2 yang sengaja saya copy dari Bambang Pamungkas :[Official Website]: sebagai inspirasiku juga... Let's Get Started... :D (sok inggris)
Orang tersebut adalah Kurniawan Dwi Julianto, seorang pribadi yg secara tidak langsung telah membuat hati saya merasa yakin untuk memilih sepakbola sebagai karir dan jalan hidup. Dalam artikel ini, saya tidak tertarik untuk membahas tentang pendapat Kurniawan mengenai diri saya seperti yg di sampaikan dalam artikel tersebut. Melainkan saya lebih tertarik untuk mengurai saat pertama kali saya bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan orang yg sangat saya idolakan tersebut...
Suatu ketika dimana rasa takut, malu, grogi, semangat, penasaran dan rasa bangga hadir secara bersamaan dalam perasaan saya. Sebuah keadaan yg mungkin juga akan di rasakan oleh kebanyakan orang, saat bertemu dengan idola mereka untuk yg pertama kalinya...
Hahahaha,, sebuah cerita yg mungkin akan sedikit memalukan atau mungkin dapat juga dikategorikan norak, akan tetapi tidak dapat saya pungkiri jika saat itu adalah saat dimana saya menjadi yakin dan percaya dengan sebuah kalimat yg berkata:
"Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat mimpi kalian akan menjadi kenyataan"...
Maka dari itu jika anda sekalian tidak keberatan, pada artikel ini saya ingin mengajak anda sekalian untuk sedikit terbang kembali ke masa lalu, kembali ke masa 12 th kebelakang tepatnya di th 1999. Yaitu saat pertama kali saya bertemu dengan seorang Kurniawan Dwi Julianto secara langsung. Di sebuah hotel, dalam sebuah pemusatan latihan bersama tim nasional Indonesia, di ibukota negara Indonesia - Jakarta...
Dan inilah cerita selengkapnya:
Hotel Atlet Century Jakarta, pada pertengahan bulan juni 1999..
Ketika saya menginjakkan kaki di lobby hotel ini, jam Guess (Palsu) di tangan kanan saya menunjukkan pukul 05:30 WIB di pagi hari. Suasana hotel ini sendiri masih cukup lengang pagi ini, masih belum nampak kegiatan yg cukup berarti di lobby hotel ini. Tanpa basa-basi sayapun segera melangkahkan kaki menuju resepsion untuk melaporkan kedatangan saya serta mengambil kunci kamar saya. Saya ingat betul jika ketika itu, saya mendapatkan kamar di lantai 4 bersama 3 pemain yg lain, pemain -pemain tersebut adalah Agung Setyabudhi, I Komang Putra dan Ali Sunan (Ketiganya adalah pemain dari PSIS Semarang ketika itu)...
Dari keempat penghuni kamar tersebut, saya adalah pemain pertama yg sampai ke pemusatan latihan. Ke tiga pemain yg lain baru datang siang harinya, karena latihan pertama tim nasional baru akan di gelar sore harinya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno...
Setelah meletakkan barang dan merebahkan diri sejenak, saya memutuskan untuk pergi ke belakang hotel ini untuk sarapan (Ketupat sayur kaki lima). Saat sarapan itulah saya berjumpa dengan beberapa staff perlengkapan tim yg juga tengah sarapan, dari staff tersebut saya mengetahui jika beberapa pemain ternyata juga sudah bergabung sejak semalam. Diantara pemain tersebut adalah Kurniawan DJ, Rochy Putiray, Bima Sakti dan Widodo C Putra...
Karena Kurniawan adalah senior saya yg sama-sama berasal dari Diklat Salatiga, maka secara etika sudah seharusnya jika saya menghadap atau lebih halusnya menyampaikan kedatangan saya kepada senior saya. Oleh karena itu setelah selesai sarapan, sayapun berinisiatif untuk menuju kamar Senior saya tersebut, yg kebetulan juga berada di lantai 4 tidak jauh dari kamar saya...
Sebelum menuju kamar Kurniawan, saya sempat kembali kekamar saya terlebih dahulu untuk mandi. Karena ini adalah pertama kalinya saya akan bertemu dengan Kurniawan secara langsung, maka secara jujur saya katakan jika ketika itu saya dalam keadaan yg sangat gugup. Sebentar lagi saya akan bertemu dengan seseorang yg selama ini sangat saya kagumi dan hanya dapat saya lihat dari layar televisi. Rasa bangga, takut, deg-deg'an, grogi serta malu bercampur aduk menjadi satu. Bahkan, walaupun ketika itu saya baru saja selesai mandi, akan tetapi baju saya mulai basah oleh keringat yg keluar secara perlahan melalui pori-pori kulit di sekujur tubuh saya...
Jarak kamar saya dengan kamar Kurniawan tidaklah begitu jauh, kami hanya terpisah kurang lebih 4 kamar saja. Sejujurnya, hati saya sempat ragu saat melangkah menuju kamar idola saya tersebut, akan tetapi karena rasa penasaran dan bangga yg begitu tinggi, dan juga di topang oleh sebuah etika wajib lapor kepada senior, maka sayapun membuang jauh-jauh rasa ragu tersebut itu dan mempertegas langkah saya menuju kamar senior saya itu...
Sesampainya di kamar Kurniawan, saya sempat menempelkan telinga saya ke daun pintu kamar sebelum mengetuk pintu kamar berwarna coklat tua tersebut. Hal itu saya lakukan untuk memastikan jika memang sudah terjadi aktivitas di kamar tersebut. Tentu saja saya tidak ingin kedatangan saya nantinya akan mengganggu aktivitas si empunya kamar. Karena jika hal tersebut terjadi, tentu akan meninggalkan kesan negatif di awal pertemuan saya dengan idola saya...
Saat saya sudah dapat memastika jika si penghuni kamar sudah bangun, maka sayapun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut. Dari balik pintu terdengar suara langkah kaki seseorang yg tengah berjalan mendekat, seketika detak jantung sayapun berdetak lebih cepat dari biasanya. Dan ketika pintu kamar hotel itu terbuka, nampaklah seseorang dengan perawakan sedikit lebih tinggi dari saya akan tetapi juga sedikit lebih kurus dengan model rambut yg cepak cederung botak...
Orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Kurniawan Dwi Julianto, orang yg sangat saya kagumi dan selama ini hanya dapat saya lihat melalui layar kaca televisi. Melihat kedatangan saya, Kurniawan seketika berkata "Eh nembe teko yo, piye kabare..?? ayo kene mlebu" (Eh baru sampai ya, apa kabar..?? Mari sini masuk". Saat itu saya sempat terpaku sejenak sebelum akhirnya menjawab "Alhamdulillah apik mas, iyo iki nembe teko", (Alhamdulillah baik mas, iya ini baru saja sampai". Saya butuh beberapa saat untuk mengendalikan diri, dan ketika saya sudah tenang sayapun berjalan memasuki kamar tersebut...
Saat saya memasuki kamar tersebut, terlihat Rochy Putiray tengah merebahkan diri di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Sayapun segera menghampiri nya untuk bersalaman sambil memperkenalkan diri saya. Di kamar ini sendiri tidak nampak sebuah televisi, iya saat itu kami memang mendapatkan jatah kamar khusus untuk atlit, yg tidak terdapat televisi di dalam kamar. Sehingga jika kami ingin melihat televisi, maka kami harus pergi ke aula untuk berbagi 1 televisi dengan atlit-atlit dari cabang olahraga yg lain..
Saat itu terjadilah percakapan ringan antara saya dan idola saya tersebut. Sebuah percakapan yg dalam versi aslinya terjadi dengan menggunakan bahasa jawa. Akan tetapi karena saat menulis artikel ini saya tengah berbaik hati, maka akan saya terjemahkan percakapan tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat anda sakalian pahami maksud dan artinya hehehe...
Percakapan tersebut kurang lebihnya berisi seperti di bawah ini:
Kurniawan: Ayo duduk sini, kapan sampai..??
Saya: Baru saja mas jam 5:30 an, kemarin berangkat dari Salatiga jam 5 sore (Perjalanan menggunakan bus malam)..
Kurniawan: Ooooo, sekamar sama siapa..??
Saya: Sekamar saya Ali Sunan, Agung Setyabudhi dan I Komang Putra mas. Tapi mereka pada belum datang, mungkin nanti siangan baru masuk. Oh iya mas dapat salam dari Mas Hariyadi (Sekarang pelatih Persiba Balikpapan) dan Om John Ozok (Keduanya adalah pelatih Diklat Salatiga dan juga pernah melatih Kurniawan saat masih di sana)..
Kurniawan: Oh iya-iya, apa kabar mereka..?? Masih galak ngga mereka..?? hahaha..
Saya: Ya lumayan lah mas hehehe.. Ngomong-ngomong suasana latihan di timnas senior itu gimana ya mas..?? saya kok masih grogi dan sedikit takut dan sungan ya mas..
Kurniawan: Kenapa takut..?? Sama sajalah seperti latihan tim-tim biasa, apalagi kamu kan sudah pernah bekerja sama dengan Bernard Schoem di tim U-19 dan U-23. Tapi kalo main di timnas senior ada peraturan-peraturan yg harus di taati. Diantaranya rambut harus rapih, jangan seperti sekarang awut-awutan gitu, karena kita kan membela nama negara...
Ketika itu rambut saya memang cukup gondrong dan awut-awutan. Tipe asli rambut saya sendiri memang keriting, sehingga jika sudah mulai memanjang maka rambut saya akan mengembang keatas. Eehhmm,, mungkin mirip seperti rambut Edi Brokoli namun dalam versi yg sedikit lebih pendek tentunya..
Saya: Oh gitu ya mas, kalo begitu nanti siang saya akan potong rambut..
Kurniawan: Satu lagi, di tim pra olimpiade kan kamu pakai nomer 10, jadi kalo misalnya kamu mau pakai nomer 10 di timnas senior pakai saja, nanti aku akan cari nomer lain...
Saat itu tiba-tiba Rochy Putiray menyaut, "Udah pakai aja mbang, ngga usah malu dan ragu Kurniawan udah abis hahaha", celetuknya sabil tertawa kecil (Tentu sembari bercanda). Mendengar perkataan tersebut, sayapun segera menjawab dengan sedikit tersipu..
Saya: Oh ngga mas terima kasih, itu kan sudah menjadi ciri sampeyan, saya sih pakai nomer berapa saja ngga masalah. Lagipula saya kan baru ikut seleksi, lolos juga belom tentu hehehe..
Kurniawan: Pokoknya jangan sungkan-sungkan di timnas senior ya, anggap saja semua pemain sama. Kamu di panggil pasti karena pelatih berpikir kamu juga mempunyai kelebihan, jadi jangan merasa rendah diri disini..
Saya: Iya mas terima kasih. Yasudah mas saya pamit dulu mau istirahat..
Dan sayapun kembali bersalaman dengan Kurniawan dan jua Rochy Putiray sebelum akhirnya saya meninggalkan kamar tersebut...
Siang itu juga saya memutuskan untuk memotong rambut saya, tempat potong rambut paling dekat dari Hotel Century adalah Plaza Senayan. Ketika itu saya memangkas rambut saya di sebuah salon bernama Johny Andrean. Sejujurnya sangat berat bagi saya untuk memotong rambut saya ketika itu. Karena sebenarnya, saat itu saya sedang dalam tahap untuk memanjangkan rambut saya, agar dapat saya ikat dengan model cornrows (Terinspirasi dengan gaya rambut Hendrik Larson)...
Akan tetapi mengingat ini adalah salah satu aturan di tim nasional senior (Menurut Kurniawan Dwi Julianto), maka rambut yg sebenarnya sudah saya biarkan panjang selama kurang lebih 3 bulan itu, akhirnya dengan sedikit berat hati harus saya relakan untuk dipangkas. Tidak sampai habis memang, akan tetapi setidaknya menjadi jauh lebih pendek dan rapi...
Sore itu adalah latihan pertama tim nasional yg di persiapkan untuk Sea Games 1999 di Brunei Darussalam. Sebuah sore yg akan selalu saya kenang dalam hidup saya. Iya, sebuah sore dimana menjadi saat pertama kalinya saya berlatih bersama squad utama tim nasional Indonesia (Senior). Saat dimana saya berkesempatan berlatih dalam satu lapangan, serta di bawah satu pelatih kepala bersama pemain-pemain kelas satu di negeri ini...
Ketika itu di Gelora Bung Karno, saya berlatih bersama pemain-pemain seperti Hendro Kartiko, Anang Ma'ruf, Aji Santoso, Alm Eri Irianto, Kurnia Sandi, Widodo C. Putra, Bima Sakti dan tentu saja Kurniawan Dwi Julianto. Mereka adalah pemain-pemain yg selama ini hanya dapat saya liat dan saksikan melalui layar kaca televisi. Bayangkan, saya baru masuk Diklat Sepakbola Salatiga pada th 1996, dan 3 th kemudian saya sudah mampu menjadi bagian dalam tim nasional Indonesia senior. Tentu ini adalah sebuah impian yg menjadi kenyataan...
Pada perkembangannya, saya baru tahu jika ternyata Kurniawan berbohong kapada saya mengenai peraturan di tim nasional senior dalam hal rambut. Karena memang tidak ada peraturan yg mengatakan, jika seorang pemain nasional harus berambut pendek dan rapi. Awalnya saya cukup keki dengan kenyataan tersebut, akan tetapi ya sudahlah mungkin maksud Kurniawan sendiri sebenarnya baik, agar penampilan saya lebih rapi dan tidak kampungan hehehe. Lagipula di jahilin oleh seorang idola tentu malah akan menjadi sebuah cerita yg pantas untuk di kenang..
Satu hal yg sangat saya sayangkan ketika itu adalah, pada akhirnya Kurniawan harus terlempar dari tim dan tidak berangkat ke Sea Games di Brunei. Saat itu hanya tersisa Widodo C Putra, Rochy Putiray dan saya di barisan depan tim nasional Indonesia. Ketiadaan Kurniawan sendiri, seharusnya membuat saya mendapat kesempatan untuk menggunakan nomer punggung 10 di tim nasional, sama seperti saat saya bermain untuk tim nasional pra olimpiade. Akan tetapi setelah berpikir dengan matang, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nomer punggung yg lain, sehingga saat itu nomer punggung 10 tidak di pakai oleh siapapun..
Saya memilih nomer lain dengan beberapa alasan. Pertama, karena saya sangat menghormati orang yg selama ini menjadi pemilik nomer tersebut (Kurniawan Dwi Julianto). Kedua, karena saya ingin memiliki sebuah nomer yg identik dengan nama saya, seperti halnya nomer 10 yg identik dengan Kurniawan, atau identikya nomer 7 dengan nama Widodo C Putra. Maka dari itu akhirnya sayapun memilih nomer punggung 20 untuk saya kenakan. Kebetulan nomer tersebut tengah tak berpemilik, karena di tinggalkan Hendro Kartiko yg berganti ke Nomer 1 setelah Kurnia Sandi (Pemilik nomer 1) harus terseingkir karena mengalami patah kaki dalam sebuah sesi latihan...
Saya sendiri memilih nomer 20 bukan tanpa alasan dan tujuan. Alasan saya ketika itu adalah, saya ingin menggunakan sebuah nomer yg unik atau fidak lazim di gunakan oleh seorang striker. Dan angka 20 cukup mewakili akan hal itu, karena nomer tersebut memang lazimnya di gunakan oleh seorang penjaga gawang (Pada masa itu). Kemudian alasan berikutnya serta mungkin yg paling penting adalah, sebuah filosofi karangan saya di balik nomer 20 itu sendiri..
Yaitu, jika dalam sebuah mata pelajaran maka nilai 10 akan berarti istimewa. Dan jika angka 10 berarti istimewa, maka dari itu angka 20 juga dapat diartikan sebagai 2 x 10 atau 2 x istimewa hehehe. Jadi diharapkan dengan menggunakan nomer tersebut, di masa yg akan datang prestasi saya dapat melebihi si pemilik nomer 10 ( Kurniawan Dwi Julianto) atau setidaknya menyamai prestasi idola saya tersebut...
Agak terkesan arogan memang, akan tetapi sejujurnya filosofi tersebut saya buat untuk menantang, memotivasi serta sekaligus menjadi target saya dalam menjalani karir di dunia sepakbola. Dengan begitu, saya selalu mempunyai motivasi tinggi dalam menjalani karir saya, dalam apapun kendalanya. Dan tak terasa ternyata 12 th sudah saya menggunakan nomer punggung 20 dalam setiap pertandingan saya. Saya hanya sempat menggunakan nomer lain saat bermain di EHC Norad, ketika itu saya menggunakan nomer punggung 9..
Nomer punggung 20 selalu setia menemani saya dalam mengejar mimpi-mimpi saya sampai dengan saat ini. Saya mengalami banyak sekali kejadian-kejadian dalam karir sepakbola saya, baik yg menyenangkan maupun menyedihkan bersama dengan nomer punggung ini. Menjadi juara, pencetak gol terbanyak, pemain terbaik, patah kaki, depresi, memecahkan rekor gol tim nasional dan caps tim nasional, menaklukkan Malaysia bersama Selangor FC dan lain-lain adalah hasil kolaborasi saya bersama nomer punggung tersebut...
Seperti yg anda sekalian ketahui, saya adalah pribadi yg tidak pernah berhenti bermimpi. Sejauh ini saya sudah mampu mewujudkan beberapa diantara mimpi-mimpi tersebut. Akan tetapi memang masih banyak juga diantaranya yg belum dapat terwujud. Salah satu diantaranya mungkin mimpi untuk memberikan gelar untuk tim nasional Indonesia. Jika saya masih dipercaya dan diberi kehormatan oleh pelatih tim nasional untuk mengenakan seragam tim nasional Indonesia, maka sudah barang tentu saya akan terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi tersebut, dan saya sendiri berharap masih memiliki kesempatan tersebut...
Sebagai manusia, kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di masa yg akan datang. Sejatinya hal terpenting dalam sebuah kehidupan adalah, bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin dalam setiap kesempatan, menjalani dengan sepenuh hati dan menerima apapun yg terjadi dengan ihklas dan lapang dada...
"Kita boleh saja tidak memiliki kompas ataupun peta. Akan tetapi, saya yakin jika kita semua diberi anugerah oleh sang pencipta sebuah hati, yg dapat digunakan untuk menentukan mana kira-kira arah yg tepat dan pantas untuk kita tuju"
Oleh karena itu, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi, karena hal tersebut tidak akan pernah membuat kita tersesat...
Selesai...
Penulis: bepe, 10 August 2011
Beberapa waktu yg lalu, ada salah satu follower twitter saya yg menyampaikan sebuah link berita yg cukup menarik kepada saya. Sebuah artikel yg berisi tentang komentar seseorang terhadap diri saya secara pribadi. Dan harus saya akui, jika saya cukup tertarik dengan link berita itu. Karena orang yg berkomentar dalam artikel tersebut adalah seseorang yg sangat berpengaruh dalam karir saya. Iya, seorang yg sangat saya hormati, baik secara pribadi maupun sebagai seorang atlit profesional (Pesepakbola)...Orang tersebut adalah Kurniawan Dwi Julianto, seorang pribadi yg secara tidak langsung telah membuat hati saya merasa yakin untuk memilih sepakbola sebagai karir dan jalan hidup. Dalam artikel ini, saya tidak tertarik untuk membahas tentang pendapat Kurniawan mengenai diri saya seperti yg di sampaikan dalam artikel tersebut. Melainkan saya lebih tertarik untuk mengurai saat pertama kali saya bertemu dan bertatap muka secara langsung dengan orang yg sangat saya idolakan tersebut...
Suatu ketika dimana rasa takut, malu, grogi, semangat, penasaran dan rasa bangga hadir secara bersamaan dalam perasaan saya. Sebuah keadaan yg mungkin juga akan di rasakan oleh kebanyakan orang, saat bertemu dengan idola mereka untuk yg pertama kalinya...
Hahahaha,, sebuah cerita yg mungkin akan sedikit memalukan atau mungkin dapat juga dikategorikan norak, akan tetapi tidak dapat saya pungkiri jika saat itu adalah saat dimana saya menjadi yakin dan percaya dengan sebuah kalimat yg berkata:
"Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mungkin suatu saat mimpi kalian akan menjadi kenyataan"...
Maka dari itu jika anda sekalian tidak keberatan, pada artikel ini saya ingin mengajak anda sekalian untuk sedikit terbang kembali ke masa lalu, kembali ke masa 12 th kebelakang tepatnya di th 1999. Yaitu saat pertama kali saya bertemu dengan seorang Kurniawan Dwi Julianto secara langsung. Di sebuah hotel, dalam sebuah pemusatan latihan bersama tim nasional Indonesia, di ibukota negara Indonesia - Jakarta...
Dan inilah cerita selengkapnya:
Hotel Atlet Century Jakarta, pada pertengahan bulan juni 1999..
Ketika saya menginjakkan kaki di lobby hotel ini, jam Guess (Palsu) di tangan kanan saya menunjukkan pukul 05:30 WIB di pagi hari. Suasana hotel ini sendiri masih cukup lengang pagi ini, masih belum nampak kegiatan yg cukup berarti di lobby hotel ini. Tanpa basa-basi sayapun segera melangkahkan kaki menuju resepsion untuk melaporkan kedatangan saya serta mengambil kunci kamar saya. Saya ingat betul jika ketika itu, saya mendapatkan kamar di lantai 4 bersama 3 pemain yg lain, pemain -pemain tersebut adalah Agung Setyabudhi, I Komang Putra dan Ali Sunan (Ketiganya adalah pemain dari PSIS Semarang ketika itu)...
Dari keempat penghuni kamar tersebut, saya adalah pemain pertama yg sampai ke pemusatan latihan. Ke tiga pemain yg lain baru datang siang harinya, karena latihan pertama tim nasional baru akan di gelar sore harinya, di Stadion Utama Gelora Bung Karno...
Setelah meletakkan barang dan merebahkan diri sejenak, saya memutuskan untuk pergi ke belakang hotel ini untuk sarapan (Ketupat sayur kaki lima). Saat sarapan itulah saya berjumpa dengan beberapa staff perlengkapan tim yg juga tengah sarapan, dari staff tersebut saya mengetahui jika beberapa pemain ternyata juga sudah bergabung sejak semalam. Diantara pemain tersebut adalah Kurniawan DJ, Rochy Putiray, Bima Sakti dan Widodo C Putra...
Karena Kurniawan adalah senior saya yg sama-sama berasal dari Diklat Salatiga, maka secara etika sudah seharusnya jika saya menghadap atau lebih halusnya menyampaikan kedatangan saya kepada senior saya. Oleh karena itu setelah selesai sarapan, sayapun berinisiatif untuk menuju kamar Senior saya tersebut, yg kebetulan juga berada di lantai 4 tidak jauh dari kamar saya...
Sebelum menuju kamar Kurniawan, saya sempat kembali kekamar saya terlebih dahulu untuk mandi. Karena ini adalah pertama kalinya saya akan bertemu dengan Kurniawan secara langsung, maka secara jujur saya katakan jika ketika itu saya dalam keadaan yg sangat gugup. Sebentar lagi saya akan bertemu dengan seseorang yg selama ini sangat saya kagumi dan hanya dapat saya lihat dari layar televisi. Rasa bangga, takut, deg-deg'an, grogi serta malu bercampur aduk menjadi satu. Bahkan, walaupun ketika itu saya baru saja selesai mandi, akan tetapi baju saya mulai basah oleh keringat yg keluar secara perlahan melalui pori-pori kulit di sekujur tubuh saya...
Jarak kamar saya dengan kamar Kurniawan tidaklah begitu jauh, kami hanya terpisah kurang lebih 4 kamar saja. Sejujurnya, hati saya sempat ragu saat melangkah menuju kamar idola saya tersebut, akan tetapi karena rasa penasaran dan bangga yg begitu tinggi, dan juga di topang oleh sebuah etika wajib lapor kepada senior, maka sayapun membuang jauh-jauh rasa ragu tersebut itu dan mempertegas langkah saya menuju kamar senior saya itu...
Sesampainya di kamar Kurniawan, saya sempat menempelkan telinga saya ke daun pintu kamar sebelum mengetuk pintu kamar berwarna coklat tua tersebut. Hal itu saya lakukan untuk memastikan jika memang sudah terjadi aktivitas di kamar tersebut. Tentu saja saya tidak ingin kedatangan saya nantinya akan mengganggu aktivitas si empunya kamar. Karena jika hal tersebut terjadi, tentu akan meninggalkan kesan negatif di awal pertemuan saya dengan idola saya...
Saat saya sudah dapat memastika jika si penghuni kamar sudah bangun, maka sayapun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar tersebut. Dari balik pintu terdengar suara langkah kaki seseorang yg tengah berjalan mendekat, seketika detak jantung sayapun berdetak lebih cepat dari biasanya. Dan ketika pintu kamar hotel itu terbuka, nampaklah seseorang dengan perawakan sedikit lebih tinggi dari saya akan tetapi juga sedikit lebih kurus dengan model rambut yg cepak cederung botak...
Orang tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Kurniawan Dwi Julianto, orang yg sangat saya kagumi dan selama ini hanya dapat saya lihat melalui layar kaca televisi. Melihat kedatangan saya, Kurniawan seketika berkata "Eh nembe teko yo, piye kabare..?? ayo kene mlebu" (Eh baru sampai ya, apa kabar..?? Mari sini masuk". Saat itu saya sempat terpaku sejenak sebelum akhirnya menjawab "Alhamdulillah apik mas, iyo iki nembe teko", (Alhamdulillah baik mas, iya ini baru saja sampai". Saya butuh beberapa saat untuk mengendalikan diri, dan ketika saya sudah tenang sayapun berjalan memasuki kamar tersebut...
Saat saya memasuki kamar tersebut, terlihat Rochy Putiray tengah merebahkan diri di tempat tidur sambil memainkan ponselnya. Sayapun segera menghampiri nya untuk bersalaman sambil memperkenalkan diri saya. Di kamar ini sendiri tidak nampak sebuah televisi, iya saat itu kami memang mendapatkan jatah kamar khusus untuk atlit, yg tidak terdapat televisi di dalam kamar. Sehingga jika kami ingin melihat televisi, maka kami harus pergi ke aula untuk berbagi 1 televisi dengan atlit-atlit dari cabang olahraga yg lain..
Saat itu terjadilah percakapan ringan antara saya dan idola saya tersebut. Sebuah percakapan yg dalam versi aslinya terjadi dengan menggunakan bahasa jawa. Akan tetapi karena saat menulis artikel ini saya tengah berbaik hati, maka akan saya terjemahkan percakapan tersebut ke dalam bahasa Indonesia, agar dapat anda sakalian pahami maksud dan artinya hehehe...
Percakapan tersebut kurang lebihnya berisi seperti di bawah ini:
Kurniawan: Ayo duduk sini, kapan sampai..??
Saya: Baru saja mas jam 5:30 an, kemarin berangkat dari Salatiga jam 5 sore (Perjalanan menggunakan bus malam)..
Kurniawan: Ooooo, sekamar sama siapa..??
Saya: Sekamar saya Ali Sunan, Agung Setyabudhi dan I Komang Putra mas. Tapi mereka pada belum datang, mungkin nanti siangan baru masuk. Oh iya mas dapat salam dari Mas Hariyadi (Sekarang pelatih Persiba Balikpapan) dan Om John Ozok (Keduanya adalah pelatih Diklat Salatiga dan juga pernah melatih Kurniawan saat masih di sana)..
Kurniawan: Oh iya-iya, apa kabar mereka..?? Masih galak ngga mereka..?? hahaha..
Saya: Ya lumayan lah mas hehehe.. Ngomong-ngomong suasana latihan di timnas senior itu gimana ya mas..?? saya kok masih grogi dan sedikit takut dan sungan ya mas..
Kurniawan: Kenapa takut..?? Sama sajalah seperti latihan tim-tim biasa, apalagi kamu kan sudah pernah bekerja sama dengan Bernard Schoem di tim U-19 dan U-23. Tapi kalo main di timnas senior ada peraturan-peraturan yg harus di taati. Diantaranya rambut harus rapih, jangan seperti sekarang awut-awutan gitu, karena kita kan membela nama negara...
Ketika itu rambut saya memang cukup gondrong dan awut-awutan. Tipe asli rambut saya sendiri memang keriting, sehingga jika sudah mulai memanjang maka rambut saya akan mengembang keatas. Eehhmm,, mungkin mirip seperti rambut Edi Brokoli namun dalam versi yg sedikit lebih pendek tentunya..
Saya: Oh gitu ya mas, kalo begitu nanti siang saya akan potong rambut..
Kurniawan: Satu lagi, di tim pra olimpiade kan kamu pakai nomer 10, jadi kalo misalnya kamu mau pakai nomer 10 di timnas senior pakai saja, nanti aku akan cari nomer lain...
Saat itu tiba-tiba Rochy Putiray menyaut, "Udah pakai aja mbang, ngga usah malu dan ragu Kurniawan udah abis hahaha", celetuknya sabil tertawa kecil (Tentu sembari bercanda). Mendengar perkataan tersebut, sayapun segera menjawab dengan sedikit tersipu..
Saya: Oh ngga mas terima kasih, itu kan sudah menjadi ciri sampeyan, saya sih pakai nomer berapa saja ngga masalah. Lagipula saya kan baru ikut seleksi, lolos juga belom tentu hehehe..
Kurniawan: Pokoknya jangan sungkan-sungkan di timnas senior ya, anggap saja semua pemain sama. Kamu di panggil pasti karena pelatih berpikir kamu juga mempunyai kelebihan, jadi jangan merasa rendah diri disini..
Saya: Iya mas terima kasih. Yasudah mas saya pamit dulu mau istirahat..
Dan sayapun kembali bersalaman dengan Kurniawan dan jua Rochy Putiray sebelum akhirnya saya meninggalkan kamar tersebut...
Siang itu juga saya memutuskan untuk memotong rambut saya, tempat potong rambut paling dekat dari Hotel Century adalah Plaza Senayan. Ketika itu saya memangkas rambut saya di sebuah salon bernama Johny Andrean. Sejujurnya sangat berat bagi saya untuk memotong rambut saya ketika itu. Karena sebenarnya, saat itu saya sedang dalam tahap untuk memanjangkan rambut saya, agar dapat saya ikat dengan model cornrows (Terinspirasi dengan gaya rambut Hendrik Larson)...
Akan tetapi mengingat ini adalah salah satu aturan di tim nasional senior (Menurut Kurniawan Dwi Julianto), maka rambut yg sebenarnya sudah saya biarkan panjang selama kurang lebih 3 bulan itu, akhirnya dengan sedikit berat hati harus saya relakan untuk dipangkas. Tidak sampai habis memang, akan tetapi setidaknya menjadi jauh lebih pendek dan rapi...
Sore itu adalah latihan pertama tim nasional yg di persiapkan untuk Sea Games 1999 di Brunei Darussalam. Sebuah sore yg akan selalu saya kenang dalam hidup saya. Iya, sebuah sore dimana menjadi saat pertama kalinya saya berlatih bersama squad utama tim nasional Indonesia (Senior). Saat dimana saya berkesempatan berlatih dalam satu lapangan, serta di bawah satu pelatih kepala bersama pemain-pemain kelas satu di negeri ini...
Ketika itu di Gelora Bung Karno, saya berlatih bersama pemain-pemain seperti Hendro Kartiko, Anang Ma'ruf, Aji Santoso, Alm Eri Irianto, Kurnia Sandi, Widodo C. Putra, Bima Sakti dan tentu saja Kurniawan Dwi Julianto. Mereka adalah pemain-pemain yg selama ini hanya dapat saya liat dan saksikan melalui layar kaca televisi. Bayangkan, saya baru masuk Diklat Sepakbola Salatiga pada th 1996, dan 3 th kemudian saya sudah mampu menjadi bagian dalam tim nasional Indonesia senior. Tentu ini adalah sebuah impian yg menjadi kenyataan...
Pada perkembangannya, saya baru tahu jika ternyata Kurniawan berbohong kapada saya mengenai peraturan di tim nasional senior dalam hal rambut. Karena memang tidak ada peraturan yg mengatakan, jika seorang pemain nasional harus berambut pendek dan rapi. Awalnya saya cukup keki dengan kenyataan tersebut, akan tetapi ya sudahlah mungkin maksud Kurniawan sendiri sebenarnya baik, agar penampilan saya lebih rapi dan tidak kampungan hehehe. Lagipula di jahilin oleh seorang idola tentu malah akan menjadi sebuah cerita yg pantas untuk di kenang..
Satu hal yg sangat saya sayangkan ketika itu adalah, pada akhirnya Kurniawan harus terlempar dari tim dan tidak berangkat ke Sea Games di Brunei. Saat itu hanya tersisa Widodo C Putra, Rochy Putiray dan saya di barisan depan tim nasional Indonesia. Ketiadaan Kurniawan sendiri, seharusnya membuat saya mendapat kesempatan untuk menggunakan nomer punggung 10 di tim nasional, sama seperti saat saya bermain untuk tim nasional pra olimpiade. Akan tetapi setelah berpikir dengan matang, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakan nomer punggung yg lain, sehingga saat itu nomer punggung 10 tidak di pakai oleh siapapun..
Saya memilih nomer lain dengan beberapa alasan. Pertama, karena saya sangat menghormati orang yg selama ini menjadi pemilik nomer tersebut (Kurniawan Dwi Julianto). Kedua, karena saya ingin memiliki sebuah nomer yg identik dengan nama saya, seperti halnya nomer 10 yg identik dengan Kurniawan, atau identikya nomer 7 dengan nama Widodo C Putra. Maka dari itu akhirnya sayapun memilih nomer punggung 20 untuk saya kenakan. Kebetulan nomer tersebut tengah tak berpemilik, karena di tinggalkan Hendro Kartiko yg berganti ke Nomer 1 setelah Kurnia Sandi (Pemilik nomer 1) harus terseingkir karena mengalami patah kaki dalam sebuah sesi latihan...
Saya sendiri memilih nomer 20 bukan tanpa alasan dan tujuan. Alasan saya ketika itu adalah, saya ingin menggunakan sebuah nomer yg unik atau fidak lazim di gunakan oleh seorang striker. Dan angka 20 cukup mewakili akan hal itu, karena nomer tersebut memang lazimnya di gunakan oleh seorang penjaga gawang (Pada masa itu). Kemudian alasan berikutnya serta mungkin yg paling penting adalah, sebuah filosofi karangan saya di balik nomer 20 itu sendiri..
Yaitu, jika dalam sebuah mata pelajaran maka nilai 10 akan berarti istimewa. Dan jika angka 10 berarti istimewa, maka dari itu angka 20 juga dapat diartikan sebagai 2 x 10 atau 2 x istimewa hehehe. Jadi diharapkan dengan menggunakan nomer tersebut, di masa yg akan datang prestasi saya dapat melebihi si pemilik nomer 10 ( Kurniawan Dwi Julianto) atau setidaknya menyamai prestasi idola saya tersebut...
Agak terkesan arogan memang, akan tetapi sejujurnya filosofi tersebut saya buat untuk menantang, memotivasi serta sekaligus menjadi target saya dalam menjalani karir di dunia sepakbola. Dengan begitu, saya selalu mempunyai motivasi tinggi dalam menjalani karir saya, dalam apapun kendalanya. Dan tak terasa ternyata 12 th sudah saya menggunakan nomer punggung 20 dalam setiap pertandingan saya. Saya hanya sempat menggunakan nomer lain saat bermain di EHC Norad, ketika itu saya menggunakan nomer punggung 9..
Nomer punggung 20 selalu setia menemani saya dalam mengejar mimpi-mimpi saya sampai dengan saat ini. Saya mengalami banyak sekali kejadian-kejadian dalam karir sepakbola saya, baik yg menyenangkan maupun menyedihkan bersama dengan nomer punggung ini. Menjadi juara, pencetak gol terbanyak, pemain terbaik, patah kaki, depresi, memecahkan rekor gol tim nasional dan caps tim nasional, menaklukkan Malaysia bersama Selangor FC dan lain-lain adalah hasil kolaborasi saya bersama nomer punggung tersebut...
Seperti yg anda sekalian ketahui, saya adalah pribadi yg tidak pernah berhenti bermimpi. Sejauh ini saya sudah mampu mewujudkan beberapa diantara mimpi-mimpi tersebut. Akan tetapi memang masih banyak juga diantaranya yg belum dapat terwujud. Salah satu diantaranya mungkin mimpi untuk memberikan gelar untuk tim nasional Indonesia. Jika saya masih dipercaya dan diberi kehormatan oleh pelatih tim nasional untuk mengenakan seragam tim nasional Indonesia, maka sudah barang tentu saya akan terus berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan mimpi tersebut, dan saya sendiri berharap masih memiliki kesempatan tersebut...
Sebagai manusia, kita tidak akan pernah tahu apa yg akan terjadi di masa yg akan datang. Sejatinya hal terpenting dalam sebuah kehidupan adalah, bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin dalam setiap kesempatan, menjalani dengan sepenuh hati dan menerima apapun yg terjadi dengan ihklas dan lapang dada...
"Kita boleh saja tidak memiliki kompas ataupun peta. Akan tetapi, saya yakin jika kita semua diberi anugerah oleh sang pencipta sebuah hati, yg dapat digunakan untuk menentukan mana kira-kira arah yg tepat dan pantas untuk kita tuju"
Oleh karena itu, jangan pernah takut dan berhenti bermimpi, karena hal tersebut tidak akan pernah membuat kita tersesat...
Selesai...
Image - Photos
Pengalamanku bermin bola plastik bersama anak-anakdi kampung halaman. NGAWI.
Saat pertama memakai kostum PERSEGA.
Saat Juara 2 FESTIVAL FUTSAL SMPN 1 WATES.
Saat pertama memakai kostum PERSEGA.
Saat Juara 2 FESTIVAL FUTSAL SMPN 1 WATES.
Senin, 10 Oktober 2011
Nomor Punggung
Saya akan sedikit memberi tau berapa saja nomor punggung yang pernah saya kenakan ..
POSTINGAN GAJELAS HAHAHA...
1. 3 : Saat aku mengikuti O2SN tahun 2009, saya dan teman teman mewakili Kabupaten Kulonprogo, Nomor punggung yang aku pakai adalah 3. Saat itu saya adalah pemain panggilan(SOMBONG). Dulu, waktu itu saya suka dengan nomor punggung 10. Jika aku memintanya dari teman se-tim yang berasal dari Kecamatan Galur, Aku merasa gag enak saja. Terpaksa pakai nomor 3 yang belum ada yang memakai.
2. 7 : Saat itu aku juga mengikuti O2SN yang pada tahun 2008 namanya adalah PORSENI. Saya juga mewakili Kulonprogo diajang Sepakbola Mini PORSENI itu. Saya memakai nomor 7. Alasannya, 10 dipakai sang kapten. Haha . Aku juga merasa gag enak kalau memintanya. Karena, Aku disitu jadi pemain termuda. Mereka umurnya diatasku. Aku tidak berani memintanya hehehehe...
3. 2 : Saat ini, aku mengikuti HW wates. Pakai nomor punggung 10. sudah 5 tahun terpakai, Bajunya sudah jadi kecil. Dikabari Sang pelatih Kastono, ada pertandingan sparing. Lalu, aku pinjem baju punya teman dekat saya, JOHAN. Dia memakai nomor 2. Saat itu, dia sudah jarang ikut latihan. Ya udah, bajunya tak pinjem aja hahahaha....
4. 69 : Nomor ini juga saya sangat suka. Nomor ini unik. Nomor ini saya gunakan pada Kaos tim Futsal Kota Gadingan hahaha.
5. 10 : Nomor satu ini yang sangat dan paling saya suka. Dari kelas 3 SD, awal saya masuk SSB, saya sudah memakai nomor ini. Di Jakarta saat saya dan teman teman saya mewakili DIY di O2SN Tingkat Nasional Saya juga memakai nomor ini. Alhamdulillah saat pakai Jersey yang warnanya merah dan berarti semangat, Juga bertuliskan DIY yang berada di dada, juga nomor 10 di punggung saya bisa memasukkan bola ke gawang JAWA TIMUR walaupun tetap tertinggal 2-1.
Sekian Terimakasih ... :D
POSTINGAN GAJELAS HAHAHA...
1. 3 : Saat aku mengikuti O2SN tahun 2009, saya dan teman teman mewakili Kabupaten Kulonprogo, Nomor punggung yang aku pakai adalah 3. Saat itu saya adalah pemain panggilan(SOMBONG). Dulu, waktu itu saya suka dengan nomor punggung 10. Jika aku memintanya dari teman se-tim yang berasal dari Kecamatan Galur, Aku merasa gag enak saja. Terpaksa pakai nomor 3 yang belum ada yang memakai.
2. 7 : Saat itu aku juga mengikuti O2SN yang pada tahun 2008 namanya adalah PORSENI. Saya juga mewakili Kulonprogo diajang Sepakbola Mini PORSENI itu. Saya memakai nomor 7. Alasannya, 10 dipakai sang kapten. Haha . Aku juga merasa gag enak kalau memintanya. Karena, Aku disitu jadi pemain termuda. Mereka umurnya diatasku. Aku tidak berani memintanya hehehehe...
3. 2 : Saat ini, aku mengikuti HW wates. Pakai nomor punggung 10. sudah 5 tahun terpakai, Bajunya sudah jadi kecil. Dikabari Sang pelatih Kastono, ada pertandingan sparing. Lalu, aku pinjem baju punya teman dekat saya, JOHAN. Dia memakai nomor 2. Saat itu, dia sudah jarang ikut latihan. Ya udah, bajunya tak pinjem aja hahahaha....
4. 69 : Nomor ini juga saya sangat suka. Nomor ini unik. Nomor ini saya gunakan pada Kaos tim Futsal Kota Gadingan hahaha.
5. 10 : Nomor satu ini yang sangat dan paling saya suka. Dari kelas 3 SD, awal saya masuk SSB, saya sudah memakai nomor ini. Di Jakarta saat saya dan teman teman saya mewakili DIY di O2SN Tingkat Nasional Saya juga memakai nomor ini. Alhamdulillah saat pakai Jersey yang warnanya merah dan berarti semangat, Juga bertuliskan DIY yang berada di dada, juga nomor 10 di punggung saya bisa memasukkan bola ke gawang JAWA TIMUR walaupun tetap tertinggal 2-1.
Sekian Terimakasih ... :D
Langganan:
Postingan (Atom)


